Wednesday, June 10, 2020

CERITA TENTANG HAJI 10 JUNE 2020 "MENANTI DUHA DI HIJIR ISMAIL

Saya sedikit ingin cerita mengenai pengalaman haji saya di tahun 2014 lalu dimana berangkat haji dari negara tetangga Australia dan bukan dari Indonesia. Dikarenakan Kami bisa berangkat karena istri saya kuliah di salah satu Universitas di Canberra Australia dan persyaratan utamanya naik haji dari Australia adalah 2 tahun tinggal di Australia walaupun kami mempunyai pasport Indonesia. Dan semasa angkatan kami, banyak juga jemaah haji yang berasal dari mahasiswa seperti istri saya. Dan dari semua negara bagian yang ada di Australia ada perwakilan orang Indonesia.

Waktu itu kami satu team sekitar 80 Orang..Mungkin di Indonesia semacam Haji+ lah, dikarenakan kami dikenakan biaya sebesar AUD $ 89000 / jemaah. Mahal ? yach itu memang mahal tapi kami mempunyai kesempatan untuk bertemu keluarga di Indonesia tepatnya di Jakarta. Jadi Ibu saya akhirnya berangkat dari Palembang untuk datang ke rumah kakak saya untuk melaksanakan pelepasan haji diantara keluarga saja..

Bapak dan Ibu mertua saya waktu itu tidak hadir di Jakarta dikarenakan Beliau sudah berada di Canberra Australia untuk menjaga anak-anak kami yang masih kecil kecil , umur 12 tahun dan 15 tahun. Dikarenakan Alhamdulilah kedua mertua saya masih sehat sehat dan mau menjaga kedua anak kami. Dan malah Beliau lah menyarankan dan mendesak saya juga untuk berangkat haji bareng istri saya. Tapi waktu itu saya selalu menolak dengan berbagai alasan. Tapi Alhamdulillah dengan izin Allah saya pun ikut berangkat haji bareng istri saya. 

Dan setelah itu saya dan istri saya harus masuk hotel dan menginap semalam di hotel di daerah Tanah Abang Jakarta, dimana untuk melaksanakan manasik haji terakhir sebelum keesokan harinya berangkat menuju ke madinah transit di Qatar sebelum ke Madinah.

Terus terang saya pun sangat sedih karena tahun ini 2020, jemaah haji Indonesia gagal berangkat dikarenakan kondisi Pandemi Corona yang semakin merebak dan juga terjadi di Arab Saudi. Daripada nantinya kondisi yang mengkhawatirkan jemaah haji asal Indonesia maupun asal negara lain, Kondisi terburuk banyaknya jemaah haji yang bakalan wafat dikarena covid 19 ini. Tapi pemerintah Arab Saudi sendiri belum memutuskan apakah mereka akan menerimah jemaah haji atau tidak. Tapi Pemerintah Indonesia sudah mengumumkan bahwa haji tahun 2020 di batalkan.

Tapi mungkin secara fisik , jemaah haji Indonesia tidak jadi berangkat tapi secara amalan sudah ada di Masjidil Haram Makkah. Kalau untuk Madinah nampaknya tidak terlihat karena yang terlihat hanyalah aura Malaikat saja. Percaya atau tidak apabila kita amalannya banyak baik itu sedekah, bantu orang ataupun menjalankan sesuai ajaran agama Islam dan Al Qur'an. Insha Allah amal ibadah para jemaah haji sudah berada disana. Niatan naik haji tapi dibatalkan akibat pendemi corona bukan berarti anda tidak ada di Makkah untuk menjalankan ibadah haji tapi secara Aura dan secara batiniah anda sudah berada di Masjidil Haram dalam melaksanakan ibadah Umroh.. Karena berdiam di arafah dan menginap di musdalifah, penulis belum pernah ada jumpa .

Mudah-mudahan para jemaah haji Indonesia yang tidak jadi berangkat tahun ini tetap ikhlas dan tetap tawakkal bahwa semua kehidupan ini sudah ada yang atur, yaitu Allah SWT. Karena kita berangkat haji semata mata ingin menjalankan panggilan Allah "Labaik Allahumma Labaik" Semoga semua diberikan ketabahan ..

Percaya amalan kita sudah ada di Masjidil Haram dikarenakan penulis sudah beberapa kali jumpa orang yang mirip dengan temannya atau saudaranya.. Dan sempat berhubungan WA langsung ke salah satu saudaranya yang di Indonesia dan menanyakan perihal "Apakah ada rencana naik haji? Jawabnya Iya..katanya tahun 2017, tapi nmpaknya mungkin belum jadi berangkat juga sampe sekarang karena mungkin anak anaknya masih kecil kecil. Jadi amalan dan niatan anda untuk naik haji terlihat di sana. Sebenarnya ada beberapa yang saya jumpa mirip teman saya yang baik dan bahkan salah satu Askar yang menjaga Pintu Masjidil Haram , mirip almarhum wak dari istri saya dimana dulunya semasa alm masih hidup suka membawa jemaah haji atau umroh. Tapi  itu boleh percaya atau tidak itu terserah pembaca yach.. Penulis cuma ingin agar para jemaah haji yang gagal berangkat tetap ikhlas, dan menerima pembatalan haji. Mungkin kita pernah baca cerita cerita bahwa ada orang yang menyerahkan ongkos naik haji kepada tetangganya yang membutuhkan, Walau secara fisik dia tak berangkat haji tapi secara pahala dan batiniah hajinya sudah diterimah oleh Allah SWT.