Friday, March 29, 2019

CERITA BARISTA : KOPI DAN AIR (KETIKA WAKTU SEDUH TIBA)

Air dan Kopi adalah yang saling terikat dan berhubungan lurus dengan kata 'Menyeduh Kopi" . Menyeduh Kopi dengan Air itulah konsep dasar untuk mendapatkan kopi enak, nikmat dan segar.

Disini kita akan membahas sedikit mengenai Air yang digunakan untuk menyeduh kopi dimana air pun sangat berpengaruh dalam kapasitasnya bersinergy dengan kopi menghasilkan sesuatu yang menimbulkan rasa segar bagi peminumnya.
Di atas adalah Kwalitas air yang digunakan untuk menyeduh kopi. Jadi untuk mendapatkan rasa kopi enak dan nikmat, Air pun menjadi syarat utama dalam seduhan sebuah kopi. Kopi Nikmat harapan kita bersama tentunya. Dari ketentuan tersebut di atas berarti air mineral itu belum begitu bagus untuk menyeduh kopi, tapi air isi ulang itu bagus untuk menyeduh kopi.


Menyeduh kopi pakai paper filter
Penulis pernah mencoba menggunakan air mineral dan air tanah/air isi ulang untuk mengembangkan tanaman hydroponik. dan yang berkembang justru tanaman yang diberi air isi ulang/air tanah. Jadi besaran ppm sangat mempengaruhi kenikmatan rasa kopi dan yang akan diterima oleh tubuh kita. banyak orang yang menyarankan agar menggunakan air isi ulang/ air tanah yang sudah dimasak mendidih untuk menyeduh kopi, Karena nilai ppm nya berbeda dan juga Ph sangat mempengaruhi kwalitas air untuk menyeduh kopi. 

kalau di Malaysia mereka menggunakan Air Tap untuk dimasak sebelum bersenergy dengan kopi dalam sebuah seduhan. karena kadar ph dan ppm nya normal sesuai dengan buku. Tapi tak suai-suai kali lah minimal mendekati. kalau di Indonesia cukup dengan air isi ulang karena mendekati juga. kalau nggak percaya coba aja pakai alat ukur PPM dan PH, bedakah antara air isi ulang dengan air mineral.
Please WA Us before you order them

nanti penulis mau mencoba menggunakan alat TDS meter untuk mencari ppm dan coba membandingkan dengan antara air isi ulang, air tanah dan air mineral. tapi air tanah di rumah saya , tidak bisa diminum jadi kita abaikan saja yach. tapi tak apalah karena sebagai tester aja. Kita akan coba rekam dan letak di youtube channel kami di lajukela coffee sehingga anda pembaca blog ini bisa menerima bahwa air pun berpengaruh dalam kenikmatan rasa secangkir kopi.


Tapi buat teman-teman yang ngopi is ngopi tak perlu diikutkan pendapat diatas karena kita ngopi dengan kondisi yanga ada di lapangan alias di rumah. Karena penulis sendiri pun kalau di kantor dan di rumah selalu menggunakan air mineral (Aqua ) saat menyeduh kopi dan rasanya pun fine fine aja. Tapi mungkin bilamana ingin diterapkan di kedai lajukela coffee nantinya tentunya akan digunakan air isi ulang. Alasan utamanya yach murah itu. hanya 3 ribu rupiah, kalau air mineral bisa 25 ribu rupiah. jadi yach cari murah aja biar bisa jual kopi murah tapi enak yach bro man.

Jadi kesimpulannya air itu sangat berpengaruh akan kenikmatan sebuah rasa kopi. Tapi aturan yang diatas tidak bisa diterapkan pada kita pecinta kopi dan membuat secangkir kopi sendiri di rumah, karena air yach air, semua sama asal air nya bersih dan masak. Kecuali bilamana ikutan kompetisi Barista jadi semua aspek harus diperhatikan..See you...
























Thursday, March 28, 2019

LAJUKELA COFFEE : CAFE MALAYSIA 2017 (THE AMAZING COFFEE JOURNEY)

Mengunjungi salah satu event kopi di Kuala Lumpur Malaysia sebenarnya bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan tapi bagi seorang yang baru mengenal arti kopi dan mau menjualnya mau tak mau harus datang untuk melihat kopi - kopi atau alat kopi yang di jual di sana. Sebenarnya tidak mudah untuk memutuskan untuk hadir di sana mengingat kondisi pada waktu itu masih dalam posisi menganggur  dan belum ada uang masuk yang berarti. Beruntung punya istri yang mau mensupport saya dan selalu mengerti situasi batin saya pada waktu itu. 

Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Malaysia untuk hadir di event Cafe Malaysia dan saya hadir disana selama 1 hari aja dikarenakan esoknya saya harus ikutan kelas barista di Puchong Malaysia. Jadi waktu itu sengaja saya menset waktu hadir saya , agar supaya saya bisa mendapatkan ilmu yang berarti dalam bidang perkopian dan tentunya sangat berbeda dengan ilmu piping atau pipeline yang selama ini saya geluti selama 20 tahun terakhir ini.


Tidak mudah memutuskan untuk hijrah ke dunia perkopian mengingat usia yang sudah memasuki usia 47 tahun tapi semangat untuk menghasilkan terbaik untuk anak2 dan istri dan memberikan yang terbaik untuk mereka pada waktu itu , dimana kondisi masih belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman di bidang perpipaan.

Datang dan singgah walau satu hari di event sebesar Cafe Malaysia ini sungguh sesuatu yang bagaimana begitu bagi saya. Karena baru pertama kali itulah saya bisa menikmati kopi-kopi dari luar negeri seperti dari Ethophia , Sudan khususnya negara Afrika, Amerika Selatan yang terkenal dengan kopi enaknya. Nikmatinya secara gratis alias tester man.
Photo Bareng dengan Team dari GIFFARD Syrup, ENAK LHO..


Saya bergaya seolah olah saya mengerti kopi pada waktu itu, padahal memang belum tahu banyak tentang kopi. Dan ternyata banyak Cafe di Malaysia menggunakan kopi dari Indonesia juga. Khususnya kopi Arabika Mandailing , kalau Robusta, mereka ambil dari Vietnam. kalau kopi liberika sendiri memang belum ada di edarkan di dalam pameran tersebut. Jadi hanya arabika dan robusta. 

Kopi yang ditampilkan enak-enak karena setelah diminum tidak ada rasa pahit atau terlalu asam, rasanya nyaman. Untung tidak mabuk kopi karena dimana-mana booth yang kami singgapi itu adalah booth kopi yang memberikan kopi gratis. Ya kata orang tuh rejeki anak soleh.


Di acara tersebut , saya banyak bertemu dengan orang-orang hebat di bidang kopi diantaranya Pak Daniel Liew, Pak Stephen Yong dan Pak Low Shiann Yuan yang ramah dan enak diajak ngobrol. Merkipun mereka adalah orang-orang hebat yang saya jumpai di dalam event tersebut.

Saya agak terlambat datang ke lokasi event tersebut dimana saya nginap di Chinatown dan saya naik LRT ke Titiwangsa station dimana saya pikir bisa naik dari sana sesuai arahan dari panitia ternyata tidak ada bus menuju ke arah event. Akhirnya saya disarankan untuk mencari bus di Pasar Seni. akhirnya dari Titiwangsa saya naik LRT dan turun di Statiun Masjid Jamik. dan jalan kaki menuju ke arah Pasar Seni. dan setelah banyak bertanya akhirnya jumpa bus ke arah lokasi event cafe Malaysia. Perjuangan yang cukup gimana gitu untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai dibidang kopi.  



Waktu itu saya membawa kopi dari Pekanbaru seperti gambar diatas. maksudnya adalah ingin meminta dan bertanya apakah kopi yang saya bawa itu enak? Dan juga untuk memperkenalkan kopi liberika meranti ke kancah Malaysia. Akhirnya liberika meranti saya berikan ke Barista Malaysia , Robusta saya berikan ke Cleaner yang bekerja di event tersebut dan Arabika , saya tester bersama-sama dengan teman-teman pada saat training barista di Puchong.

Tapi itulah hanya satu hari punya kesempatan untuk menikmati acara Cafe Malaysia di KL tahun lalu dan tahun ini saya tidak ada peluang untuk hadir di acara yang sama berhubung kondisi sudah berubah dimana saya sudah kembali bekerja sebagai pipeline engineer di salah satu perusahaan Oil & Gas di Duri. tapi usaha trading kopi tetap saya jalankan walaupun masih online.
  













LAJUKELA COFFEE : MENGIKUTI BARISTA TRAINING DI MALAYSIA (A CLASS OF BARISTA)

Sebenarnya bukanlah hal yang cukup membanggakan bilamana Lajukela Coffee mengikuti training di Malaysia mengingat bahasa yang digunakan bukanlah bahasa Ibu yaitu Bahasa Indonesia. Yang digunakan adalah kebanyakan bahasa Inggris, Melayu dan China. Namun yang diharapkan dari training tersebut adalah kami tahu bagaimana proses pengolahan kopi dan juga cara roasting dan cara mengebrew dengan menggunakan machine.


Adalah hal yang baru bagi kami selaku usahawan tua di bidang perkopian dan benar benar belum paham mengenai kopi tapi ingin berhasil di arah yang lebih baik demi mensejahterakan keluarga, anak dan istri. Walau pada waktu mengikuti training barista tersebut kami dalam keadaan menganggur dan tak punya uang banyak tapi memaksakan diri untuk ikut training di Malaysia. Alhamdulillah dapat sedikit uang dari warisan oran tua sehingga aku  bisa ikutan kelas barista di Malaysia. Juga istriku yang sangat mencintaiku dan sangat membantu dalam pembiayaanku selama aku menganggur

Sebenarnya bukanlah pilihan utama untuk ambil training di Malaysia karena banyak pilihan lainnya seperti di Vietnam dan di Jakarta , Tanah Merah atau pusat pelatihan barista lainnya. Tapi aku cenderung memilih Malaysia sebagai tempat mengikuti training barista dikarenakan biaya nya murah dan terjangkau. Murah dalam artian mudah dan nyaman dan aku sudah kenal Malaysia dikarenakan pernah kerja di Kuala Lumpur selama 1,5 tahun sebagai senior piping engineer.

Mudah karena tiket pesawat murah, sekitar 700 ribu P/P menggunakan Air Asia, murah karena biaya penginapan sekitar 200 ribu/ malam, murah karena selama 2 hari training diadakan dengan biaya sekitar 2,2 juta. Tapi itulah saya tidak memikirkan biaya hidup selama disana sehingga terpaksa minta bantuan istri agar bisa menggunakan kartu kreditnya untuk ambil uang di Bank. Tapi bilamana dibandingkan ikut kelas training di Jakarta. yach mungkin sekitar 10 juta aku habiskan untuk ikut training ini. Tapi itulah dilema pada waktu itu dan kebetulan waktu itu , aku belum tahu apa-apa dan tak punya teman yang jago di bidang kopi..Dilema lainnya adalah bahasa dimana pada waktu itu bahsa yang digunakan adalah bahasa English, Malaysia dan China. Tapi saya menikmati perbedaan bahasa yang penting little little I can lah..

Saya dan teman-teman seangkatan dengan Trainer nya.

《2019》 Open For Registration/ 开始接受报名.
Our mission is to make you as a professional barista/
我们的使命就是要将你打造成为正真的专业咖啡师
《 2019 Barista Pro 》
《 2019 咖啡师实战营 》
Venue/ 地点: Big Three Coffee (Puchong)

《Trainer Profile/ 导师简介》
Trainer : Mr. Low Shiann Yuan
Profile: Trainer is the first Malaysian qualified for Q Arabica and Q Robusta coffee grader from Coffee Quality Institute。 Beside that, trainer is Specialty Coffee Association (SCA) Coffee Diploma holder and Authorized SCA Trainer. In the same time, he is also had a featured column in the "The Entrepreneur Magazine" and "Business Circle Magazine".
导师:刘献元
简介:导师是马来西亚第一位同时间获得由Coffee Quality Institute授权认证的Q-阿拉比卡和Q-罗布斯塔咖啡豆评鉴师。除此之外,导师也是欧洲精品咖啡协会(SCA)的咖啡文凭持有人和SCA授权培训师。同时,他也是“企业家杂志”和“企点杂志”的专栏作者。
《Schedule/时间表》
Date/日期: 30 & 31 March 2019
Time/ 时间: 11:00 am - 7:00 pm
Class Size/ 学生人数: 最多6人/ Maximum 6 person
Date/日期: 20 & 21 April 2019
Time/ 时间: 11:00 am - 7:00 pm
Class Size/ 学生人数: 最多6人/ Maximum 6 person
Date/日期: 4 & 5 May 2019
Time/ 时间: 11:00 am - 7:00 pm
Class Size/ 学生人数: 最多6人/ Maximum 6 person
Date/日期: 29 & 30 June 2019
Time/ 时间: 11:00 am - 7:00 pm
Class Size/ 学生人数: 最多6人/ Maximum 6 person
Barista Pro Course
Course Duration/ 课程时间: 2 days/天
《Course Content/ 课程内容》
1. Coffee Bean/ 咖啡豆
2. Workspace Management/ 工作区域管理
3. Grinding, Dosing & Tamping/ 研磨/ 布粉/ 夯压
4. Extraction & Brewing/ 萃取和冲调
5. Milk Techniques/ 奶泡技艺
6. Barista Menu/ 咖啡师饮品单
7. Hygiene, Health & Service/ 卫生,健康和安全
8. Financial Management/ 财务管理
9. Latte Art/ 拉花
10. Introduction To Coffee Roasting/ 咖啡焙烧介绍
Normal Price/ 学费:RM700
Early bird price/ 优惠价: RM490
Maximum 6 person per class/ 每班最多6人
(In order to enjoy the early bird price, participant need to register the class 5 days in advance before the training date)
(报名者需要在训练日期前5天提前注册课程,方能享受到优惠价)
《Participant Entitlement/参加者享有权 》
1. Exclusive Big Three Academy T-Shirt/ 独家Big Three Academy T-Shirt
2. Certificate/证书
3. Notes/ 笔记
Transportation/ 交通:
(1) From anywhere/ 来自任何地方
By KTM/ Flight/ Bus to : Kuala Lumpur Sentral Railway Station
乘搭任何的KTM或飞机或巴士到 : Kuala Lumpur Sentral Railway Station
(2) At/ 在Kuala Lumpur Sentral Railway Station
Change to/ 转乘 LRT Kelana Jaya Line (Putra line) go to/ 去:Putra Heights LRT station
(3) At/ 在 Putra Heights LRT station
Change to/ 转乘 LRT Sri Petaling Line (Rapid KL) go to/ 去:Taman Perindustrion Puchong LRT Station
(4) At/ 在 Taman Perindustrion Puchong LRT Station
5 minutes walking distance to/ 步行五分钟便会到达:Big Three Academy
(5) Big Three Academy Google Map/ 地标:
https://goo.gl/maps/ZRGYLxCJaqt
Hotel List/ 酒店
(within 5 minutes walking distance/步行五分钟)
1) Four Points by Sheraton
2) Bloommaze Boutiques Hotel
3) Green Hotel
4) Hotel Vevo
5) Signature Hotel Puchong @ Setiawalk
6) Sri Puchong Hotel
7) City Comfort Inn
8) Hotel 99 - Bandar Puteri
《For Registration/报名》
Please click on the following link/ 请点击以下链接
https://goo.gl/forms/3JFx3K0fai4fl95l1
Thank you/ 谢谢
Cheers,
BIG THREE ACADEMY
E: bigthreeacademy@gmail.com
T: + 6 012 666 6607


Diatas adalah alasan kenapa saya mengikuti training barista di Malaysia dimana saya masih baru dalam bidang kopi dan disana dijelaskan bagaimana kopi itu dan how to make kopi nice to drink.
Dan trainingnya mulainya jam 10am to 10pm. with 1 hour break for lunch. 








Wednesday, March 27, 2019

LAJUKELA COFFEE: LIBERIKA MERANTI BREW WITH FRENCH PRESS

LAJUKELA COFFEE : KLAZ GRINDING MACHINE REVIEW







Alat ini cukup bagus dan kami mempunyai dua unit alat ini dan rencananya mau menambah satu lagi untuk di Outlet lajukela coffee di Jl. Sembilang no. 107 Rumbai Pekanbaru.

lajukela coffee sudah memakainya sekitar 1 tahun dan alatnya awet , dan semua baik. tapi mungkin hasilnya tidak sehalus kopi bubuk dari pabrik. Tapi cukup bagi anda yang ingin menyeduh kopi pakai manual brew and paper dripper.



LAJUKELA COFFEE : KISAH BARISTA KECIL

Barista cilik..

Ayahku suka minum kopi, aku bisa melihatnya minum kopi setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dan kadang kala suka minum kopi di kedai kopi milik pamanku. Tapi ada raut muka yang berbeda terpancar dari saat ayahku minum kopi di rumah, beda saat ayahku minum kopi di kedai pamanku. Raut muka yang tak bisa diuraikan dengan kata-kata untuk mengungkapkan rasa kecewa saat menikmati kopi buatan ibuku.
Ayahku sukanya kopi hitam tanpa gula. Katanya minum kopi tanpa gula bisa membantu mengatasi beberapa  macam penyakit. Tapi minum kopi pakai gula putih adalah penyakit. 
Aku sering diajak ayahku main ke kedai kopi milik pamanku, Gi.  Jadi aku bisa membandingkan pancaran muka ayahku saat menikmati kopi di rumah dan di kedai kopi. Mungkin ayahku tidak mau menyakiti hari ibuku sehingga secangkir kopi yang disajikan ibuku tetap dinikmatinya dengan indah.
Namaku sueb, umurku 10 tahun dan aku ingin membuat ayahku bisa menikmati minum kopi dengan indah di rumah.
“Aku ingin belajar buat kopi sama Paman GI”, kataku dalam hati.
Paman Gi, adalah adik kandung ibuku yang paling bungsu dan membuka usaha kedai kopi di sebelah rumahku. Paman Gi adalah Barista bersertifikat dan sering  ikut lomba-lomba barista. Aku banyak piagam-piagam lomba dan certificate yang terpasang di kedai kopi miliknya.
“Assalammualaikum, Uncle Ji,” sapaku ketika sehabis sekolah, aku mampir ke kedainya.
“Waalaikum salam,” Ya” jawab paman Gi, sambal tersenyum karena heran melihat perubahan sikapku s
“ Bolehkah Uncle Gi, ajari Sueb cara buat kopi enak seperti Uncle Gi buat ke pelanggan “, kataku.
“boleh aja, mau jadi barista kee?,”kata paman Gi, sambil tersenyum.
“Iya Om” dan juga pengen buat kopi untuk ayah,”, kataku penuh semangat.
“baiklah, kalau begitu kita mulai sekarang aja yach” kata paman Gi, sembari menuju ke areal barista. Karena mungki dilihatnya pengunjung belum banyak yang datang, makanya dia mau mengajari keponakannya menyeduh kopi.
“Pertama-tama kita harus tahu Jenis Kopi, Proses Kopi, cara masak dan karakter kopi yang akan kita seduh. Untuk Jenis kopi sendiri ada 4 yaitu Arabika, Robusta, Liberika dan Excelsa. Untuk Proses dari petani kopi itu ada Semi Wash, Full Wash, Honey, Natural. Juga untuk memasak kopi ada beberapa cara, tapi cukup Sueb tahu , Light, Medium dan Dark. “, kata pamanku lagi.
“Tapi Sueb untuk hari pertama ini, cukup tahu aja dulu bagaimana cara menyeduh kopi yang enak. Jadi untuk lain-lainnya nanti diajarin di hari lain atau Sueb bisa baca-baca di buku itu”,kata paman Gi, sambil menunjuk ke tumpukan buku kopi yang ada di meja barista.
“Ini adalah alat seduh kopi dengan menggunakan alat, istilahnya manual brew. Alat manual brew itu banyak macamnya. “
“Ini namanya Aeropress, Kalita Wave, Dripper V60, French Fress,” kata paman Ji sambil menunjukkan masing-masing alat seduh yang ada di meja barista.
“itu alat seduh manual yang pakai nama Asing, kalau di Indonesia sendiri , cara seduhnya pakai metode Tubruk..”
“Letak kopi dalam cangkir, tubruk dan tuangkan air panas diatas kopi bubuk, lalu diaduk “
Panjang lebar paman Gi bercerita mengenai membuat kopi enak sambil memperagakan cara seduhnya yaitu diantara nya adalah adanya waktu jedah saat seduhan air pertama dan kedua, aturan komposisi air dan kopi, temperature kopi.
“nah sekarang Sueb praktekin cara seduh kopi
‘Tapi Om, Kenapa ayah Sueb tidak suka kopi buatan ibu?’
“Ha..ha..ha… Ayahmu itu biasa minum kopi 100% asli di kedai paman setiap malam, sedang ibumu kalau paman lihat suka membeli kopi kemasan di kedai harian Mak Bubur yang kopinya bukan 100% asli karena dicampur jagung. Jadi bukan tidak suka buatan ibumu, tapi kopinya harus di ganti. Nanti kamu ajarin ibumu cara membuat kopi tubruk atau menyeduh kopi pakai alat ini. Sueb khan sudah belajar tadi khan”, kata pamanku panjang lebar sambil menunjukkan alat V60 dengan paper dripnya.
“Ya. Paman”, jawabku sambil mengangguk.   
Pulang dari kedai paman Ji, aku langsung menuju ke dapur dan kulihat ibuku tengah memberi makan adikku yang masih balita. Setelah mengucapkan salam, aku pun membuka lemari tempat dimana biasa ibuku meletakkan kopi bubuk. Kuambil kemasan kopi bubuk tersebut dan kubaca bait demi bait.
“Oh.. pantas aja ayahku kurang menikmat kopi buatan ibuku karena kopi yang disajikan bukan 100% kopi asli” pikirku dalam hatiku.
“Wajar aja kalau ayah kurang menikmatinya”, gumanku dalam hati.
“Ibu..Ibu..Ibu..”, panggilku dengan setengah teriak sambal mengambil sebungkus kopi dari dalam tas ranselku.
“Ya , nggak usah teriak-teriak begitu sueb?”, kata ibuku sembari masih asyik memberi makan adikku dengan nada lembut.
“Ini ada kopi dari paman Gi , tadi selepas sekolah, abang main ke kedai nya dan dikasih kopi ini”
“kata paman Gi , ini kopi kesukaan ayah, Kopi Hitam Robusta” kataku.
Ibuku terlihat mendekatiku dan mengamati kopi yang aku bawa dan coba membandingkan kopi yang dia ambil dalam lemari yang biasa disajikan ke ayah
“Kata paman Gi, abang  sedang belajar cara membuat kopi enak”
“Coba tunjukkin ke ibu dong bagaimana cara buat kopi enak?”
“Semoga saja ayah bisa menikmati kopi buatan ibu dengan sempurna dan nggak perlu ke kedai paman Ji setiap malam” kata ibuku dengan berbagai pertanyaannya.
“Ehmmm..rupanya ibuku merasa juga kalau sebenarnya ayahku kurang menikmati kopi buatan ibuku. Walaupun tidak ditunjukkan dengan sikap maupun kata-kata tapi raut muka ayahku bisa terbaca dengan sempurna oleh ibuku”, gumanku dalam hati..
“Baik Bu..Abang dengan senang hati ajarin ibu buat kopi enak” kataku sambal tersenyum
“Tapi abang boleh dong minta dibuatin susu coklat yang enak itu” kataku sambal memohon.

Akhirnya Aku  mengajari ibunya cara membuat kopi yang enak dengan kopi yang diberi oleh Paman Gi dan apa yang diajarkannya. Ibu ku sangat antusias sekali mempelajari cara buat kopi yang sesuai selera ayah. Semenjak itu Ayahku sudah jarang atau hampir tak pernah lagi nongrong dan minum kopi di warung Uncle Gi.

LAJUKELA COFFEE : LIBERIKA MERANTI RIAU GOES TO THE WORLD (MENYAPA DUNIA)

Adalah Asprindo DPW Riau yang gencar menpromosikan Kopi Liberika Meranti Riau ke MancaNegara baik itu lewat kunjungan diplomasi maupun menitip ke  teman teman sesama Asprindo. Asprindo adalah Asosiasi pengusaha Bumiputra Nusantara Indonesia. Dan Riau adalah Ketua dari DPW Riau.Niat hati ingin memajukan ekonomi rakyat dan mensejahterakan masyarakat Indonesia itulah harapan berdirinya Asprindo.

Liberika Meranti Riau 

Liberika Riau disamping dikenalkan lewat Asprindo, juga dikenalkan lewat Lajukela Coffee. Dimana under brand Lajukela Coffee, Kopi Liberika Riau sudah dikenalkan di Malaysia, Australia dan tentunya di seluruh Indonesia, dari Medan sampe Jayapura. Karena dari Aceh belum ada yang pesan kopi liberika under lajukela coffee brand.

Lajukela Coffee bersama Konjen Indonesia untuk Johor Bahru Malaysia

Anggota DPRD Riau, Ibu Karmila, bersama Dubes Indonesia untuk Rusia



Asprindo DPW Riau , tahun lalu membawa kopi Liberika Meranti Riau dalam kunjungannya ke Negara Ukraina dan Negara Rusia lewat kunjungan diplomasi bersama Ketua DPRD Riau. Dan juga tahun ini Kopi Liberika Meranti Riau akan dibawa ke Pameran Product Indonesia ke Jordania. Dan juga akan dikenalkan di Belanda dan Inggris. masih tahap promosi. Tapai Insha Allah , semua akan baik baik saja asalkan semua bekerja dengan baik dan peningkatan kwalitas itu perlu.
Ketua Asprindo DPW Riau bersama Duta Besar RI untuk Ukraina

Lajekela Coffee Riau bekerja sama dengan CV Zalora Meranti untuk menghasilkan product kopi yang berkwalitas dan ramah lingkungan dan tentunya specialty banget. Bekerja sama dalam menghasilkan kopi terbaik sehingga bilamana banyak peminatnya maka kehidupan petani kopi semakin meningkat. 

Bilamana anda ingin membeli kopi liberika meranti, bisa hubungi kami di 08117603471 / 08126882002 atau kunjungi outlet kami di www.tokopedia.com/liberikariau


Jl. Sembilang No. 107 Rumbai Pekanbaru (Dekat Mie Aceh Alya)






CERITA BARISTA TUA (1) : MENJALANI HIDUP


Sebenarnya tidak ada yang istimewa dalam cerita dalam buku ini dimana dalam buku ini hanya cerita bagaimana seorang yang sudah berumur 40 tahun lebih dan masih berminat mempelajari kopi demi kelangsungan hidup keluarganya. Dimana setelah kepulangan dari Canberra Australia dalam posisi menganggur walau sudah mencoba berusaha dalam bidang toko online dengan bergabung di Mybigmal dan juga di travel online dengan bergabung di MMBC.

Tapi kedua usaha tersebut gagal dimana memahamkan bisnis tersebut ke dalam jiwa dan hati pria tersebut tidaklah mudah. Sehingga pria tersebut akhirnya rugi karena tidak bisa mencari mitra dengan ketentuan yang telah ditetapkan kedua provider tersebut. Pria tersebut mencoba dengan bertanam sayuran hydroponic dan juga menanam terong asam dan Alhamdulillah berhasil. Kendalanya adalah pemasaran. Pria tersebut tidak pandai memasarkan product yang di hasilkan dari sayuran hidyroponik yang dia usahakan.

Mengganggur dan gagal dalam berusaha adalah sesuatu yang membuat jiwa dan raga semakin tak menentu dan akhirnya membuat pria tersebut sedikit frustasi dan gamblang, sudah pasrah dalam kehidupan dimana sudah satu tahun lebih tidak bekerja walaupun sudah mencoba mencari kerja ke sana ke mari. Hidup adalah pilihan itu yang selalu di dengungkan oleh para mitra yang selalu memberikan inspirasi dan dorongan kepada pria tersebut agar selalu memberika semangat untuk terus berusaha hidup walau dengan keterpurukan.

Pria tersebut tidak menyukai kopi karena pria tersebut mempunyai sedikit masalah dengan kopi dimana ketika minum kopi, pria tersebut selalu sakit perut, mungkin karena kopi tersebut memiliki campuran, sehingga bukan hanya kopi yang ada dalam kemasan yang diedarkan. Tapi pria tersebut berencana untuk berusaha kembali dan kali ini berusaha dalam Trading Kopi. Tapi untuk memulai usaha tersebut tidaklah mudah karena pria tersebut tidak mempunyai modal dalam berusaha. Mengharapkan bantuan dari teman-teman yang pernah ditolongnya semasa di Australia adalah harapan semu dan tak ada harapan bagi mereka untuk dapat membantu pria itu.



October 2018, ketika ibu pria tersebut sakit keras dan dirawat di rumah sakit, Pria tersebut mau tak mau harus datang ke plaju bersama istri nya. Walaupun posisi dalam keadaan menganggur tapi beruntung istri nya kerja sehingga ekonomi keluarga bisa diatasi.

Tapi sebelum pria tersebut ke plaju, pria tersebut sudah membeli kopi produk Palembang dan bertanya kepada temannya agar bisa bekerja sama dalam memasarkan produk kopi dari Sumatera Selatan itu. Mudah-mudahan bisa mengantarkan pria tersebut ke arah yang lebih sukses lagi.

Ide untuk menjalankan bisnis kopi pada awalnya merasa di Indonesia itu banyak peminum kopi yang kini hadir di tengah masyarakat baik di desa maupun di kota.

Mungkin melihat dari umur , pria ini sudah tidak layak lagi berusaha di bidang kopi karena kebanyakan yang menjalani usaha kopi ini adalah anak-anak muda. tapi demi menyambung hidup rumah tangganya akhirnya pria ini menjalankan usahanya ini walau masih berupa re seller untuk product kopi dari Palembang yaitu kopi Semendo .







LAJUKELA COFFEE : DAFTAR HARGA PER 1 APRIL 2019

Kami dari Lajukela Coffee menginformasikan daftar harga terbaru product-product kopi produksi dari lajukela coffee, dimana akan ada kenaikan dari beberapa komponen terutama trasnport . untuk itu harga product kopi dari Lajukela Coffee per 1 April 2019 adalah: 

Kemasan 100 gram :
- Kopi Arabika Gayo Rp. 35.000,-
- Kopi Liberika Meranti Rp. 25.000,- (PROMO)
- Kopi Robusta Dampit Rp. 25.000,-

  

Kemasan 250 gram (Biji masak atau Bubuk) 
- Arabika Gayo Aceh Full Wash = Rp. 75.000,-
- Arabika Gayo Aceh Natural = Rp. 90.000,-
- Arabika Gayo Aceh Honey = Rp. 90.000,-
- Arabika Gayo Aceh Wine = Rp. 150..000,-
- Arabika Rengganis Jawa Natural = Rp. 120.000,-
- Arabik Gunung Semeru Natural = Rp.   75.000,-
- Arabika Pulau Timor  = Rp.   80.000,- (Open Order)
- Liberika Meranti Honey = Rp.   65.000,-
- Robusta Dampit Honey  = Rp.  50.000,-
- Robusta Pati Natural       = Rp.  50.000,-



Kemasan 1 kg :
- Liberika Meranti Riau Honey = Rp. 250.000,- (Call)
- Robusta Dampit Jawa Honey  = Rp. 160.000,-
- Robusta Pati Jawa Natural       = Rp. 160.000,-

Demikianlah daftar harga kopi product dari lajukela coffee dan mitranya ..

Untuk Pemesanan bisa WA ke 08117603471 / 08128662002 
atau visit www.tokopedia.com/liberikariau

LAJUKELA COFFEE PRODUCT : LIBERIKA MERANTI HONEY

Kami dari Lajukela Coffee ingin mengenalkan salah satu product kopi kami , yaitu kopi Liberika Meranti Honey. Yang mana product kopi ini menjadi salah satu primadona yang banyak diminati oleh para penikmat kopi tanah air maupun di mancanegara.

Kopi Liberika ini berasal dari Pulau Rangsang Kepulauan Meranti Riau, dan di proses sebelum dikirim ke tempat kami di Pekanbaru. jarak tempuh menggunakan jalan laut dan jalan darat sekitar 9 jam. maka tak heran, harga kopi Liberika Meranti Riau mungkin lebih mahal dari kopi Liberika keluaran dari daerah lainnya seperti Jambi atau pun dari Jawa.

Mohon maaf kami tidak menjual kopi Liberika Green Bean atau biji beras , karena kami hanya menjual kopi liberika meranti dalam bentuk biji roasting dan bubuk dalam kemasan 15 gram, 100 gram, 250 gram, 500 gram dan kemasan 1 kg dengan harga bervariasi.

Kopi Liberika Meranti Riau sudah masuk kedalam jajaran kopi terbaik Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementrian Hukum dan Ham Indonesia. Tapi perlu diingat bahwa kopi yang mendapatkan pengakuan IG (Indikasi Geografy) itu adalah kopi liberika yang berproses Honey bukan proses lainnya. kenapa demikian karena kopi Liberika Meranti ini sangatlah unik jadi harus pandai pandai mengolahnya.

Ketua Asprindo DPW Riau bersama Duta Besar RI untuk Ukraina
kalau itu proses lainnya seperti Natural, Semi Wash ataupun Wine , kopi liberika yang diminum terasa lebih pahit dan berbau rawa-rawa. Tapi bukan berarti tidak bisa digunakan, cuma mungkin bisa diminum pakai gula atau dicampur dengan kopi lainnya seperti robusta ataupun arabika sesuai selera anda dan juga karakter dari kopi kopi yang akan di blend. 

Daftar Harga : (belum ada perubahan)

Liberika Meranti Honey 100 gram = Rp. 25.000,- (PROMO)
Liberika Meranti Honey 250 gram = Rp. 65.000,-
Liberika Meranti Honey 500 gram = Rp. 130.000,-
Liberika Meranti Honey 1 kg          = Rp. 250.000,-

Untuk pemesanan anda bisa hubungi kami di 08117603471 (iwan) 08126882002 (yani). 

www.tokopedia.com/liberikariau





 



SEPINTAS MENGENAI LAJUKELA COFFEE D'KIOS

Lajukela Coffee D'KIOS adalah nama dari salah satu brand yang menjual kopi kopi pilihan baik dari SIndonesia maupun luar Indonesia. Kios ini sengaja dibuka untuk menyambut teman -teman penikmat kopi yang ingin bertemu langsung dengan kopi kopi yang diminatinya.

Kios Kopi ini terletak di Jl. Sembilang no. 107 Rumbai Pekanbaru (Dekat Mie Aceh Alya dan Apotik) . Untuk lokasi mungkin agak ke dalam dan jauh dari jalan raya tapi itulah yang bisa kami dapatkan berhubungan dengan budget kami. karena kami takut berhutang dengan bank cuma berhutang dengan teman teman makanya makanya kios kopi ini hanya bisa seperti ini.



















Inilah kios kopi dari Lajukela Coffee Pekanbaru, dengan ukuran 2,5 meter x 4 meter dengan kamar mandi di dalam, lajukela coffee mencoba hadir secara nyata di Pekanbaru Riau. 

Selama hampir 3 minggu buka, kios ini masih belum banyak pembeli nya dan  Omzet masih belum berkembang dari satu pembeli dan dua pembeli Tapi semua dinikmati dengan dengan indah. Insha Allah bulan April ini diharapkan kios kopi ini bisa dapat meraih Omet yang baik sehingga kios kopi ini bisa mempertahankan diri untuk hadir menyapa warga pekanbaru. 


Kios ini menjual Kopi Arabika dari Aceh Gayo, Arabika dari Jawa, Arabika dari Timor Leste dan tentunya yang sangat specifik adalah menjual kopi asli Riau yaitu Kopi Liberika Meranti. Untuk sementara buka ini, kios ini belum menyeduh kopi dikarenakan dana terbatas. 

Rencananya April ini akan dibuat meja barista dan diletak kursi-kursi agar terciptalah kios kopi yang selain menjual kopi dalam kemasan 100 gram, 250 gram, 1 kg , juga menyeduh kopi. Walau seduhannya masih bersifat kopi tubruk ataupun mungkin Pour Over tapi semoga saja bisa dinikmati dengan indah oleh para pecinta kopi tanah air.


Bilamana anda punya peluang dan kesempatan, cobalah mampir dan singgah di Kios Kopi kami untuk membeli product kopi dari Lajukela Coffee. Besar harapan kami , anda singgah di kios kami dan WELCOME ABOARD

Pekanbaru, 20 Maret 2019

#lajukelacoffee #kopigayo #arabikagayo #robusta #liberika