Wednesday, March 27, 2019

CERITA BARISTA TUA (1) : MENJALANI HIDUP


Sebenarnya tidak ada yang istimewa dalam cerita dalam buku ini dimana dalam buku ini hanya cerita bagaimana seorang yang sudah berumur 40 tahun lebih dan masih berminat mempelajari kopi demi kelangsungan hidup keluarganya. Dimana setelah kepulangan dari Canberra Australia dalam posisi menganggur walau sudah mencoba berusaha dalam bidang toko online dengan bergabung di Mybigmal dan juga di travel online dengan bergabung di MMBC.

Tapi kedua usaha tersebut gagal dimana memahamkan bisnis tersebut ke dalam jiwa dan hati pria tersebut tidaklah mudah. Sehingga pria tersebut akhirnya rugi karena tidak bisa mencari mitra dengan ketentuan yang telah ditetapkan kedua provider tersebut. Pria tersebut mencoba dengan bertanam sayuran hydroponic dan juga menanam terong asam dan Alhamdulillah berhasil. Kendalanya adalah pemasaran. Pria tersebut tidak pandai memasarkan product yang di hasilkan dari sayuran hidyroponik yang dia usahakan.

Mengganggur dan gagal dalam berusaha adalah sesuatu yang membuat jiwa dan raga semakin tak menentu dan akhirnya membuat pria tersebut sedikit frustasi dan gamblang, sudah pasrah dalam kehidupan dimana sudah satu tahun lebih tidak bekerja walaupun sudah mencoba mencari kerja ke sana ke mari. Hidup adalah pilihan itu yang selalu di dengungkan oleh para mitra yang selalu memberikan inspirasi dan dorongan kepada pria tersebut agar selalu memberika semangat untuk terus berusaha hidup walau dengan keterpurukan.

Pria tersebut tidak menyukai kopi karena pria tersebut mempunyai sedikit masalah dengan kopi dimana ketika minum kopi, pria tersebut selalu sakit perut, mungkin karena kopi tersebut memiliki campuran, sehingga bukan hanya kopi yang ada dalam kemasan yang diedarkan. Tapi pria tersebut berencana untuk berusaha kembali dan kali ini berusaha dalam Trading Kopi. Tapi untuk memulai usaha tersebut tidaklah mudah karena pria tersebut tidak mempunyai modal dalam berusaha. Mengharapkan bantuan dari teman-teman yang pernah ditolongnya semasa di Australia adalah harapan semu dan tak ada harapan bagi mereka untuk dapat membantu pria itu.



October 2018, ketika ibu pria tersebut sakit keras dan dirawat di rumah sakit, Pria tersebut mau tak mau harus datang ke plaju bersama istri nya. Walaupun posisi dalam keadaan menganggur tapi beruntung istri nya kerja sehingga ekonomi keluarga bisa diatasi.

Tapi sebelum pria tersebut ke plaju, pria tersebut sudah membeli kopi produk Palembang dan bertanya kepada temannya agar bisa bekerja sama dalam memasarkan produk kopi dari Sumatera Selatan itu. Mudah-mudahan bisa mengantarkan pria tersebut ke arah yang lebih sukses lagi.

Ide untuk menjalankan bisnis kopi pada awalnya merasa di Indonesia itu banyak peminum kopi yang kini hadir di tengah masyarakat baik di desa maupun di kota.

Mungkin melihat dari umur , pria ini sudah tidak layak lagi berusaha di bidang kopi karena kebanyakan yang menjalani usaha kopi ini adalah anak-anak muda. tapi demi menyambung hidup rumah tangganya akhirnya pria ini menjalankan usahanya ini walau masih berupa re seller untuk product kopi dari Palembang yaitu kopi Semendo .







No comments:

Post a Comment