Sebenarnya tidak ada yang istimewa dalam
cerita dalam buku ini dimana dalam buku ini hanya cerita bagaimana seorang yang
sudah berumur 40 tahun lebih dan masih berminat mempelajari kopi demi
kelangsungan hidup keluarganya. Dimana setelah kepulangan dari Canberra
Australia dalam posisi menganggur walau sudah mencoba berusaha dalam bidang
toko online dengan bergabung di Mybigmal dan juga di travel online dengan
bergabung di MMBC.
Tapi kedua usaha tersebut gagal dimana
memahamkan bisnis tersebut ke dalam jiwa dan hati pria tersebut tidaklah mudah.
Sehingga pria tersebut akhirnya rugi karena tidak bisa mencari mitra dengan
ketentuan yang telah ditetapkan kedua provider tersebut. Pria tersebut mencoba
dengan bertanam sayuran hydroponic dan juga menanam terong asam dan
Alhamdulillah berhasil. Kendalanya adalah pemasaran. Pria tersebut tidak pandai
memasarkan product yang di hasilkan dari sayuran hidyroponik yang dia usahakan.
Mengganggur dan gagal dalam berusaha
adalah sesuatu yang membuat jiwa dan raga semakin tak menentu dan akhirnya
membuat pria tersebut sedikit frustasi dan gamblang, sudah pasrah dalam
kehidupan dimana sudah satu tahun lebih tidak bekerja walaupun sudah mencoba
mencari kerja ke sana ke mari. Hidup adalah pilihan itu yang selalu di
dengungkan oleh para mitra yang selalu memberikan inspirasi dan dorongan kepada
pria tersebut agar selalu memberika semangat untuk terus berusaha hidup walau
dengan keterpurukan.
Pria tersebut tidak menyukai kopi karena
pria tersebut mempunyai sedikit masalah dengan kopi dimana ketika minum kopi,
pria tersebut selalu sakit perut, mungkin karena kopi tersebut memiliki
campuran, sehingga bukan hanya kopi yang ada dalam kemasan yang diedarkan. Tapi
pria tersebut berencana untuk berusaha kembali dan kali ini berusaha dalam
Trading Kopi. Tapi untuk memulai usaha tersebut tidaklah mudah karena pria
tersebut tidak mempunyai modal dalam berusaha. Mengharapkan bantuan dari
teman-teman yang pernah ditolongnya semasa di Australia adalah harapan semu dan
tak ada harapan bagi mereka untuk dapat membantu pria itu.
October 2018, ketika ibu pria tersebut
sakit keras dan dirawat di rumah sakit, Pria tersebut mau tak mau harus datang
ke plaju bersama istri nya. Walaupun posisi dalam keadaan menganggur tapi
beruntung istri nya kerja sehingga ekonomi keluarga bisa diatasi.
Tapi sebelum pria tersebut ke plaju, pria
tersebut sudah membeli kopi produk Palembang dan bertanya kepada temannya agar
bisa bekerja sama dalam memasarkan produk kopi dari Sumatera Selatan itu.
Mudah-mudahan bisa mengantarkan pria tersebut ke arah yang lebih sukses lagi.
Ide untuk menjalankan bisnis kopi pada
awalnya merasa di Indonesia itu banyak peminum kopi yang kini hadir di tengah masyarakat baik di desa maupun di kota.
Mungkin melihat dari umur , pria ini sudah tidak layak lagi berusaha di bidang kopi karena kebanyakan yang menjalani usaha kopi ini adalah anak-anak muda. tapi demi menyambung hidup rumah tangganya akhirnya pria ini menjalankan usahanya ini walau masih berupa re seller untuk product kopi dari Palembang yaitu kopi Semendo .


No comments:
Post a Comment