Barista cilik..
Ayahku suka
minum kopi, aku bisa melihatnya minum kopi setiap pagi sebelum berangkat ke
kantor dan kadang kala suka minum kopi di kedai kopi milik pamanku. Tapi ada
raut muka yang berbeda terpancar dari saat ayahku minum kopi di rumah, beda
saat ayahku minum kopi di kedai pamanku. Raut muka yang tak bisa diuraikan
dengan kata-kata untuk mengungkapkan rasa kecewa saat menikmati kopi buatan
ibuku.
Ayahku
sukanya kopi hitam tanpa gula. Katanya minum kopi tanpa gula bisa membantu
mengatasi beberapa macam penyakit. Tapi
minum kopi pakai gula putih adalah penyakit.
Aku sering
diajak ayahku main ke kedai kopi milik pamanku, Gi. Jadi aku bisa membandingkan pancaran muka
ayahku saat menikmati kopi di rumah dan di kedai kopi. Mungkin ayahku tidak mau
menyakiti hari ibuku sehingga secangkir kopi yang disajikan ibuku tetap
dinikmatinya dengan indah.
Namaku sueb,
umurku 10 tahun dan aku ingin membuat ayahku bisa menikmati minum kopi dengan
indah di rumah.
“Aku ingin
belajar buat kopi sama Paman GI”, kataku dalam hati.
Paman Gi,
adalah adik kandung ibuku yang paling bungsu dan membuka usaha kedai kopi di
sebelah rumahku. Paman Gi adalah Barista bersertifikat dan sering ikut lomba-lomba barista. Aku banyak
piagam-piagam lomba dan certificate yang terpasang di kedai kopi miliknya.
“Assalammualaikum,
Uncle Ji,” sapaku ketika sehabis sekolah, aku mampir ke kedainya.
“Waalaikum
salam,” Ya” jawab paman Gi, sambal tersenyum karena heran melihat perubahan
sikapku s
“ Bolehkah
Uncle Gi, ajari Sueb cara buat kopi enak seperti Uncle Gi buat ke pelanggan “,
kataku.
“boleh aja,
mau jadi barista kee?,”kata paman Gi, sambil tersenyum.
“Iya Om” dan
juga pengen buat kopi untuk ayah,”, kataku penuh semangat.
“baiklah,
kalau begitu kita mulai sekarang aja yach” kata paman Gi, sembari menuju ke
areal barista. Karena mungki dilihatnya pengunjung belum banyak yang datang,
makanya dia mau mengajari keponakannya menyeduh kopi.
“Pertama-tama
kita harus tahu Jenis Kopi, Proses Kopi, cara masak dan karakter kopi yang akan
kita seduh. Untuk Jenis kopi sendiri ada 4 yaitu Arabika, Robusta, Liberika dan
Excelsa. Untuk Proses dari petani kopi itu ada Semi Wash, Full Wash, Honey,
Natural. Juga untuk memasak kopi ada beberapa cara, tapi cukup Sueb tahu ,
Light, Medium dan Dark. “, kata pamanku lagi.
“Tapi Sueb
untuk hari pertama ini, cukup tahu aja dulu bagaimana cara menyeduh kopi yang
enak. Jadi untuk lain-lainnya nanti diajarin di hari lain atau Sueb bisa
baca-baca di buku itu”,kata paman Gi, sambil menunjuk ke tumpukan buku kopi yang
ada di meja barista.
“Ini adalah
alat seduh kopi dengan menggunakan alat, istilahnya manual brew. Alat manual
brew itu banyak macamnya. “
“Ini namanya
Aeropress, Kalita Wave, Dripper V60, French Fress,” kata paman Ji sambil
menunjukkan masing-masing alat seduh yang ada di meja barista.
“itu alat
seduh manual yang pakai nama Asing, kalau di Indonesia sendiri , cara seduhnya
pakai metode Tubruk..”
“Letak kopi
dalam cangkir, tubruk dan tuangkan air panas diatas kopi bubuk, lalu diaduk “
Panjang
lebar paman Gi bercerita mengenai membuat kopi enak sambil memperagakan cara
seduhnya yaitu diantara nya adalah adanya waktu jedah saat seduhan air pertama
dan kedua, aturan komposisi air dan kopi, temperature kopi.
“nah
sekarang Sueb praktekin cara seduh kopi
‘Tapi Om,
Kenapa ayah Sueb tidak suka kopi buatan ibu?’
“Ha..ha..ha…
Ayahmu itu biasa minum kopi 100% asli di kedai paman setiap malam, sedang ibumu
kalau paman lihat suka membeli kopi kemasan di kedai harian Mak Bubur yang
kopinya bukan 100% asli karena dicampur jagung. Jadi bukan tidak suka buatan
ibumu, tapi kopinya harus di ganti. Nanti kamu ajarin ibumu cara membuat kopi
tubruk atau menyeduh kopi pakai alat ini. Sueb khan sudah belajar tadi khan”,
kata pamanku panjang lebar sambil menunjukkan alat V60 dengan paper dripnya.
“Ya. Paman”,
jawabku sambil mengangguk.
Pulang dari
kedai paman Ji, aku langsung menuju ke dapur dan kulihat ibuku tengah memberi
makan adikku yang masih balita. Setelah mengucapkan salam, aku pun membuka
lemari tempat dimana biasa ibuku meletakkan kopi bubuk. Kuambil kemasan kopi
bubuk tersebut dan kubaca bait demi bait.
“Oh.. pantas
aja ayahku kurang menikmat kopi buatan ibuku karena kopi yang disajikan bukan
100% kopi asli” pikirku dalam hatiku.
“Wajar aja
kalau ayah kurang menikmatinya”, gumanku dalam hati.
“Ibu..Ibu..Ibu..”,
panggilku dengan setengah teriak sambal mengambil sebungkus kopi dari dalam tas
ranselku.
“Ya , nggak
usah teriak-teriak begitu sueb?”, kata ibuku sembari masih asyik memberi makan
adikku dengan nada lembut.
“Ini ada
kopi dari paman Gi , tadi selepas sekolah, abang main ke kedai nya dan dikasih
kopi ini”
“kata paman
Gi , ini kopi kesukaan ayah, Kopi Hitam Robusta” kataku.
Ibuku
terlihat mendekatiku dan mengamati kopi yang aku bawa dan coba membandingkan kopi
yang dia ambil dalam lemari yang biasa disajikan ke ayah
“Kata paman
Gi, abang sedang belajar cara membuat
kopi enak”
“Coba
tunjukkin ke ibu dong bagaimana cara buat kopi enak?”
“Semoga saja
ayah bisa menikmati kopi buatan ibu dengan sempurna dan nggak perlu ke kedai
paman Ji setiap malam” kata ibuku dengan berbagai pertanyaannya.
“Ehmmm..rupanya
ibuku merasa juga kalau sebenarnya ayahku kurang menikmati kopi buatan ibuku.
Walaupun tidak ditunjukkan dengan sikap maupun kata-kata tapi raut muka ayahku bisa
terbaca dengan sempurna oleh ibuku”, gumanku dalam hati..
“Baik
Bu..Abang dengan senang hati ajarin ibu buat kopi enak” kataku sambal tersenyum
“Tapi abang
boleh dong minta dibuatin susu coklat yang enak itu” kataku sambal memohon.
Akhirnya
Aku mengajari ibunya cara membuat kopi
yang enak dengan kopi yang diberi oleh Paman Gi dan apa yang diajarkannya. Ibu
ku sangat antusias sekali mempelajari cara buat kopi yang sesuai selera ayah.
Semenjak itu Ayahku sudah jarang atau hampir tak pernah lagi nongrong dan minum
kopi di warung Uncle Gi.
No comments:
Post a Comment