Mengunjungi salah satu event kopi di Kuala Lumpur Malaysia sebenarnya bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan tapi bagi seorang yang baru mengenal arti kopi dan mau menjualnya mau tak mau harus datang untuk melihat kopi - kopi atau alat kopi yang di jual di sana. Sebenarnya tidak mudah untuk memutuskan untuk hadir di sana mengingat kondisi pada waktu itu masih dalam posisi menganggur dan belum ada uang masuk yang berarti. Beruntung punya istri yang mau mensupport saya dan selalu mengerti situasi batin saya pada waktu itu.
Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Malaysia untuk hadir di event Cafe Malaysia dan saya hadir disana selama 1 hari aja dikarenakan esoknya saya harus ikutan kelas barista di Puchong Malaysia. Jadi waktu itu sengaja saya menset waktu hadir saya , agar supaya saya bisa mendapatkan ilmu yang berarti dalam bidang perkopian dan tentunya sangat berbeda dengan ilmu piping atau pipeline yang selama ini saya geluti selama 20 tahun terakhir ini.
Tidak mudah memutuskan untuk hijrah ke dunia perkopian mengingat usia yang sudah memasuki usia 47 tahun tapi semangat untuk menghasilkan terbaik untuk anak2 dan istri dan memberikan yang terbaik untuk mereka pada waktu itu , dimana kondisi masih belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman di bidang perpipaan.
Datang dan singgah walau satu hari di event sebesar Cafe Malaysia ini sungguh sesuatu yang bagaimana begitu bagi saya. Karena baru pertama kali itulah saya bisa menikmati kopi-kopi dari luar negeri seperti dari Ethophia , Sudan khususnya negara Afrika, Amerika Selatan yang terkenal dengan kopi enaknya. Nikmatinya secara gratis alias tester man.
| Photo Bareng dengan Team dari GIFFARD Syrup, ENAK LHO.. |
Saya bergaya seolah olah saya mengerti kopi pada waktu itu, padahal memang belum tahu banyak tentang kopi. Dan ternyata banyak Cafe di Malaysia menggunakan kopi dari Indonesia juga. Khususnya kopi Arabika Mandailing , kalau Robusta, mereka ambil dari Vietnam. kalau kopi liberika sendiri memang belum ada di edarkan di dalam pameran tersebut. Jadi hanya arabika dan robusta.
Kopi yang ditampilkan enak-enak karena setelah diminum tidak ada rasa pahit atau terlalu asam, rasanya nyaman. Untung tidak mabuk kopi karena dimana-mana booth yang kami singgapi itu adalah booth kopi yang memberikan kopi gratis. Ya kata orang tuh rejeki anak soleh.
Di acara tersebut , saya banyak bertemu dengan orang-orang hebat di bidang kopi diantaranya Pak Daniel Liew, Pak Stephen Yong dan Pak Low Shiann Yuan yang ramah dan enak diajak ngobrol. Merkipun mereka adalah orang-orang hebat yang saya jumpai di dalam event tersebut.
Saya agak terlambat datang ke lokasi event tersebut dimana saya nginap di Chinatown dan saya naik LRT ke Titiwangsa station dimana saya pikir bisa naik dari sana sesuai arahan dari panitia ternyata tidak ada bus menuju ke arah event. Akhirnya saya disarankan untuk mencari bus di Pasar Seni. akhirnya dari Titiwangsa saya naik LRT dan turun di Statiun Masjid Jamik. dan jalan kaki menuju ke arah Pasar Seni. dan setelah banyak bertanya akhirnya jumpa bus ke arah lokasi event cafe Malaysia. Perjuangan yang cukup gimana gitu untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai dibidang kopi.
Waktu itu saya membawa kopi dari Pekanbaru seperti gambar diatas. maksudnya adalah ingin meminta dan bertanya apakah kopi yang saya bawa itu enak? Dan juga untuk memperkenalkan kopi liberika meranti ke kancah Malaysia. Akhirnya liberika meranti saya berikan ke Barista Malaysia , Robusta saya berikan ke Cleaner yang bekerja di event tersebut dan Arabika , saya tester bersama-sama dengan teman-teman pada saat training barista di Puchong.
Tapi itulah hanya satu hari punya kesempatan untuk menikmati acara Cafe Malaysia di KL tahun lalu dan tahun ini saya tidak ada peluang untuk hadir di acara yang sama berhubung kondisi sudah berubah dimana saya sudah kembali bekerja sebagai pipeline engineer di salah satu perusahaan Oil & Gas di Duri. tapi usaha trading kopi tetap saya jalankan walaupun masih online.
No comments:
Post a Comment